Profil Kecamatan Susut

  • Dibaca: 284 Pengunjung

Kata Pengantar

 

” Om Swastyastu ”

Pertama-tama kami memanjatkan puji syukur kehadapat Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sanghyang Widhi Wasa, karena berkat  rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan  profil ini sesuai harapan. Adapun maksud dan tujuan penyusunan profil ini adalah untuk memberikan gambaran keadaan Kecamatan Susut dengan segala potensinya dalam bentuk uraian dan kata-kata sehingga dapat digunakan sebagai bahan dasar penetapan kebijakan dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program-program pembangunan.

Kami menyadari, dengan segala keterbatasan kami maka profil inipun masih jauh dari kesempurnaan, baik bahasa, cara penyajian atau sistimatika maupun materi yang tertuang di dalamnya. Namun demikian kami tetap yakin dan berharap semoga profil kecamatan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak khususnya dalam membangun Kecamatan Susut di masa-masa yang akan datang.

Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian profil kecamatan ini, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan semoga Tuhan Yang Maha Esa/Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan balasannya.

 

Om Santih santih santih Om.

 

 

                                                                                  

 

                                                                                         Camat Susut,

                                                                

 

 

                                                          Dra.A.A.Bintang Ari Sutari,M.Si..

                                                            Nip.  19721005 199201 2 001

  
Gambaran Umum Kec. Susut

Kecamatan Susut merupakan salah satu kecamatan dari empat kecamatan yang terdapat di Kabupaten Bangli, mempunyai luas wilayah 49,31 Km2 pada ketinggian 650 m dari permukaan laut, dengan jenis penggunaan tanah antara lain : tegalan 1449,72Ha, Pekarangan 301,83, Persawahan 1240,50Ha, dan lain-lain sebesar 436,62Ha.

Kecamatan Susut yang wilayahnya membujur dari selatan ke utara dengan batas-batas sebagai berikut:

1.      Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Kintamani, Bangli

2.      Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Bangli, Bangli

3.      Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Gianyar.

4.      Dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Gianyar.

Secara administratif Kecamatan Susut terdiri atas 9 desa, 38 desa adat (pakraman) 54 banjar dinas (dusun). Memiliki jumlah penduduk sebanyak 43.260 jiwa yang terdiri dari 21.394laki-laki dan 21.866perempuan. Dari jumlah penduduk tersebut sebagian besar bermata pencarian sebagai petani yaitu sebesar 4.852 jiwa.

Untuk mengetahui keadaan umum wilayah Kecamatan Susut dapat dilihat dalam peta berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

          PETA WILAYAH KECAMATAN SUSUT

                     

 

A.    Struktur Organisasi

Pada Peraturan DaerahNomor 03tahun 2012 disebutkan bahwa Organisasi Kecamatan terdiri atas satu sekretariat,tiga sub.bagian dan sebanyak-banyaknya lima seksi dan kelompok jabatan fungsional. Begitu juga dengan organisasi Kecamatan Susut, yakniterdiri atas satu Sekretariat, tiga Sub.Bagian dan lima Seksi Yaitu:

·         Sekretariat

·         Sub.Bagian Umum

·         Sub.Bagian Kepegawaian

·         Sub.Bagian Keuangan

·         Seksi Pemerintahan;

·         Seksi Trantib.Umum;

·         SeksiPemberdayaan Masyarakat;

·         Seksi Kesejahtraan Sosial;

·         Seksi Pelayanan Umum

 

Melihat susunan organisasi Kecamatan Susut di atas, yangterdiri atas satu sekretariat, tiga sub.bagiandan lima kepala seksi. Untuk lebih jelasnya tentang organisasi Kecamatan Susut dapat dilihat pada gambar bagan berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

               STRUKTUR  ORGANISASI  KANTOR  CAMAT  SUSUT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                       

 

 

       
   
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.    Pelaksanaan Pembangunan, Pemerintahan dan Kemasyarakatan

Dalam melaksanakan tugas-tugas baik dibidang Pemerintahan, Pembangunan maupun Kemasyarakatan, berdasarkan pelimpahan kewenangan yang diberikan oleh Bupati Bangli, Kecamatan Susut sebagai Perangkat Daerah yang membawahi suatu wilayah telah menyusun rencana strategik (renstra) dan rencana kerja tahunan, dimana renstra dan rencana kerja tahunan (RKT) inilah yang menjadi pedoman didalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan.

Dari Renstra dan RKT tersebut untuk tahun 2015  Kecamatan Susut mengembangkan dan merencanakan 11program yang diwujudkan dengan pelaksanaan kegiatan, yang salah satu diantaranya adalah kegiatan lomba KG. (Kesatuan Gerak) PKK.  Disamping renstra dan RKT perencanaan pembangunan juga diselenggarakan melaui musrembang yaitu dari musrembang tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga yang diusulkan ke tingkat kabupaten/propinsi. Berdasarkan hasil musrembang tahun 2015di Kecamatan Susut pada tahun 2016  merencanakan kegiatan-kegiatan antara lain : Kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan oleh kecamatan sebanyak 19 kegiatan dan kegiatan yang dusulkan ke tingkat kabupaten dan dibebankan kepada SKPD terkait sebanyak 170 kegiatan yang dirinci sebagai berikut :

1.      Fungsi pelayanan umum sebanyak 134 kegiatan

2.      Bidang umum sebanyak 9 kegiatan

3.      Bidang sosial budaya (Sosbud) sebanyak 9 kegiatan

4.      Bidang fisik/sarana prasarana sebanyak 9 kegiatan

5.      Dan bidang ekonomi sebanyak 9 kegiatan

Selain renstra, rencana kerja tahunan dan musrenbang didalam menyelenggarakan pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan, Camat sebagai pengemban fungsi kordinasi juga mengkordinasikan setiap program atau kegiatan yang ada di wilayah kecamatan baik yang berasal dari pemerintah pusat, propinsi, kabupaten maupun program-program yang berasal dari suasta, LSM, lembaga-lembaga adat dan lembaga-lembaga lainnya.

                  1. Pembinaan PKK

Dalam pembinaan pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini banyak hal yang dilaksanakan yang dapat mengakomodasi terkait dengan bidang kesehatan, keluarga berencana maupun kegiatan Posyandu, yang mana karena anggaran yang tersedia sangat terbatas kami melaksanakan kegiatan tersebut secara terintegrasi dimana  kami menghimbau sekaligus memerintahkan kepada semua perbekel agar pada setiap pembinaan dihadirkan ibu- ibu PKK, Kader Posyandu, Kader Dasa Wisma maupun Kader BKB guna mendengarkan pembianaan dimaksud dan  pada Pembiaan tersebt dibagi –bagi sesuai bidangnya. Tim Penggerak PKK memberikan pembinaan mengenai 10 Program Pokok PKK yang dibagi menjadi 4 (empat ) Pokja dan terkait didalamnya seperti administrasi PKK Desa sampai dengan ditingkat Banjar termasuk didalamnya Dasa Wisma sehingga Ibu – ibu PKK Desa terbiasa dengan tertib administrasi. Pembinaan Posyandu dan GSI dimana dalam hal ini untuk menyentuh kiat –kiat bagaimana penurunan angka kematian Ibu, angka kematian Bayi, angka kematian Bayi baru lahir, imunisasi dan ambulan desa.Untuk UPTB KB dan Puskesmas memberikan pembinaan kepada kader –kader Posyandu maupun kader BKB yang ada di Desa/ Kelurahan sehingga dari kader –kader ini nantinya akan memberikan penyuluhan –penyuluhan kepada masrakat yang paling bawah seperti :

-          Pemeriksaan Ibu hamil sampai pada bayi baru lahir.

-          Penyuluhan terkait dengan keluarga berencana guna terwujudnya keluarga yang sehat dan sejahtera, terkait degan hal ini tentu disertai dengan kelopok – kelompok yang nantinya bisa memberdayakan peranan PKK.sebagai wadah kaum wanita dalam meningkatkan peranan  wanita menuju keluarga sehat sejehtera ( P2WKSS )kami dikecamatan Susut telah membentuk kelompok – keompok tersebut di di Desa Abuan.

 

 

 

                 2. Pembinaan pola hidup bersih dan sehat

Terkait dengan hal tersebut penyuluhan tentang pembudayaan hidup bersih baik dilingkungan maupun kebersihan diri.Kami diKecamatan Susut telah menuangkan dalam kegiatan kegiatan sebagai berikut :

-          Pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah, kegiatan ini menyasar pada para siswa terkait dengan pembudayaan pola hidup bersih dan sehat, Tim Pembina UKS Kecamatan membina kesekolah-sekolah dengan memberikan arahan dan pembudayaan kepada para siswa untuk berprilaku hidup sehat yang dimulai dari dirinya sendiri, rumah tangga hingga kelingkungannya.

-          Menghimbau kepada masyarakat melalui perbekel / Lurah terkait dengan hidup bersih dan sehat dengan menuangkan kegiatan ini lewat rapat rutin Kecamatan pada setiap bulan pada minggu pertama, dimana himbauan ini agar para perbekel dan lurah memerintahkan kepada Kelian Banjar yana ada diwilayahnya untuk mengadakan  kegiatan kebersihan setiap hari minggu dan kegiatan ini kami namakan dengan minggu bersih.

 

3. Pemberdayaan kader Posyandu, BKB dan Dasa Wisma.   

          Melalui Program PNPM program Nasional pemberdayaan masyarakat, dimana kegiatan ini juga kami tuangkan lewat program Kecamatan akan tetapi sifatnya hanya mempasilitasi sekaligus menghimbau kepada perbekel melalui tahapan- tahapan terutama pada saat tahapan penggalian gagasan dimana agar dimunculkan kegiatan – kegiatan yang mengarah kepola pemberdaya masyarakat tidak hanya berpola fisik tetapi juga pemberdayaan pada masyarakat, seperti misalnya pelatihan kader posyandu, pelatihan kader BKB, pelatihan kader dasa wisma.sehingga melalui pelatihan – pelatihan tersebut kader – kader tersebut memahami tentang tugas dan kewajibannya dengan baik terutama dapat menularkan atau meneruskan ilmu dan pengetahuannya terkait dengan pembinaan yang diberikan kepada masyarakat sehngga pada akhirnya nanti akan dapat mendukung program pemerintah kabupaten bangli khususnya dibidang kesejahteraan keluarga dan kesehatan.

 

Sehubungan dengan program - program pembangunan di Kecamatan Susut, bersama ini kami lampirkan renstra, RKT dan hasil musrenbang Kecamatan Susut tahun 2015.

 

D.    Sumber Daya Manusia

D.1 Kependudukan

Penduduk atau warga masyarakat merupakan salah satu sumber daya dalam pembangunan. Penduduk merupakan obyek dan subyek pembangunan itu sendiri, oleh karena itu maslah kependudukan ini sangat penting diperhatikan. Penduduk sebagai salah satu sumber daya jika kuantitas dan kualitas sumber daya manusia ini tidak dikelola dan diarahkan dengan baik akan dapat menjadi beban sekaligus penghambat pembangunan, demikian sebaliknya dapat mendukung program pembangunan yang akan dilaksanakan. Pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Susut telah dilaksanakan melalui pemdataan, pembinaan-pembinaan serta pembangunan dibidang kependudukan dalam rangka menciptakan kondidi masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

Dilihat dari kelompok umur , penduduk kecamatan Susut paling banyak berumur antara 15 – 45 tahun. Ini berarti di Kecamatan Susut sebagian besar penduduknya adalah usia produktif.

Untuk mengetahui keadaan penduduk di Kecamatan Susut dapat dilihat dalam tabel berikut :

 

 

 

Tebel 01. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur

Jenis Kelamin

 

Kelompok Umur

 

0-4

5-9

10-14

15-19

20-24

25-29

30-34

35-39

40-44

45-49

50-54

55-59

60+

jumlah

Laki

1768

1673

1721

1559

1527

2188

1708

1695

1343

1117

1108

1108

2739

21259

Perempuan

1814

1674

1644

1552

1710

2314

1895

1925

1316

11061

1060

1047

2698

21721

 

 

 

Tabel 02. Agama dan Kepercayaan

Hindu

Islam

Katolik

Protestan

Budha

99,84%

0,16%

 

 

43.192

67

 

 

 

 

 

Tabel 13. Tempat Ibadah di Kecamatan Susut Tahun 2015

Pura

Mesjid/Musola

Greja/Kapela

Wihara

295

-

-

-

 

 

D.2 Pendidikan

            Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia, semakin tinggi tingkat pendidikannya diharapkan kualitas sumber daya manusianya semakin baik pula. Namun hal ini tentunya harus ditunjang oleh kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Dengan mendapatkan pendidikan yang memadai, masyarakat diharapkan lebih rasional dalam menghadapi permasalahan dan dapat menciptakan peluang kerja serta lapangan kerja sendiri. Sehingga dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk,  pendidikan yang memadai dapat meringankan beban suatu daerah dalam penyelenggaraan pembangunan.

            Di Kecamatan Susut keadaan bidang pendidikan dapat dilihat dalam tabel berikut :

 

 

 

 

Tabel 04. Banyaknya sekolah, murid dan guru TK

Jumlah Sekolah

Jumlah Guru

Jumlah Murid

 

L

P

 

12

 

 

 

 56

 

 

 

221

 

200

jumlah

56

                             421

 

 

Tabel 05. Banyaknya sekolah, murid dan guru SD

Jumlah Sekolah

Jumlah Guru

Jumlah Murid

                      

L

P

 

33

 

 

250

 

1958

 

1868

jumlah

250

3826

 

 

 

Tabel 06. Banyaknya sekolah, murid dan guru SLTP

Jumlah Sekolah

Jumlah Guru

Jumlah Murid

 

L

P

 

5

 

 

133

 

 

823

 

813

jumlah

133

1636

 

 

Tabel 07. Banyaknya sekolah, murid dan guru SMA/SMK

Jumlah Sekolah

Jumlah Guru

Jumlah Murid

 

L

P

 

2

 

 

 

122

 

 

565

 

445

jumlah

122

1010

 

 

 

 

 

D.3 Bidang Kesehatan

Kecamatan Susut mempunyai fasilitas kesehatan Puskesmas sebanyak dua unit yaitu Puskesmas Susut I dan Puskesmas Susut II, puskesmas pembantu 11 unit dan pos pelayanan KB sebanyak 56 unit.

Mengenai jumlah tenaga medis di Kecamatan Susut yang terdiri atas dokter, bidan, perawat, apoteker dan tenaga administrasi kesehatan lainnya sebanyak 100 orang. Selanjutnya mengenai hasil pencapaian  akseptor baru keluarga berencana selama tahun 2014sebanyak 8259akseptor.  Sedangkan mengenai jenis alat kontrasepsi yang digunakan, mayoritas menggunakan IUD yaitu sebanyak 4503akseptor (55,54%).

 Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan bidang kesehatan di Kecamatan Susut dapat dilihat pada tabel-tabel berikut :

 

Tabel 08. Banyaknya Fasilitas Kesehatan di Kec. Susut Tahun 2015

Rumah Sakit

Puskesmas

Pustu

Apotek

Toko Obat

 -

2

11

-

-

 

Tabel 09. Banyaknya Dokter Menurut Spesialisasi di Kec Susut Tahun 2015

Dokter Umum

Spesialis

Gigi

Jumlah

3

 -

5

8

 

Tabel 10. Banyaknya Tenaga Medis, Paramedis, Nonmedis dan Non Perawat di Kec. Susuti Tahun 2015

Tenaga Medis

Paramedis

Nonmedis

Nonperawat

Jumlah

8

71

 -

 -

92

        

Tabel. 11 Penggunaan Jenis Kontrasepsi di Kecamatan Susut Tahun 2015

Jlh. PUS

Pil

IUD

Condom

Implan

Mop

Suntikan

MOW

Jumlah

9286

497

4281

93

147

26

3036

179

8259

 

 

 

 

E. Sumber Daya Alam

Disamping sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan yaitu masyarakat yang sejahtra adil dan makmur juga sangat dibutuhkan sumber daya alam yang memadai. Seperti sudah diuraikan di muka Kecamatan Susut secara tofografis terletak di daerah dataran tinggi yang memiliki ketinggian lebih kurang 650 meter dari permukaan laut, hal ini mengakibatkan Kecamatan Susut beriklim tropis dimana sepanjang tahun mendapat curah hujan yang cukup dengan rata-rata curah hujan sebesar 2897 mm pertahun. Keadaan seperti ini sangat cocok untuk dijadikan wilayah pertanian, oleh karena itu di Kecamatan Susut berbagai tanaman pangan sangat subur dan mempunyai hasil produksi yang cukup tinggi.

Untuk mengetahui kondisi pertanian tanaman pangan di Kecamatan Susut maka dapat dilihat padatabel-tabel berikut :

 

Tabel 12. Luas Panen dan Rata-rata Produksi Bidang Pertanian Tanaman Pangan

 

No

 

Bidang

Luas Panen (Ha)

Produksi (ton)

Rata-rata Produksi (Kw/Ha)

1

Padi sawah

1896

12.242,57

64,57

2

Padi ladang

-

-

-

3

Jagung

61

351,36

57,60

4

Ubi kayu

47

1211,52

257,77

5

Ubi jalar

157

1086,27

69,19

6

Kacang tanah

88

151,8

17,25

7

Kedelai

4

15,36

32,40

 

 

 

Tabel 13. Luas Panen dan Rata-rata Produksi Bidang Buah-buahan

 

 

 

No

 

Bidang

Luas Panen (Ha)

Produksi (ton)

1

Alpokat

1519

27

2

Mangga

2460

89,20

3

Rambutan

48

18292

4

Jeruk

176,937

2801,52

5

Manggis

3156

-

6

Nangka

-

-

7

Durian

9894

77,00

8

Jambu biji

6281

633,00

9

Sawo

747

84,00

10

Pepaya

18648

5612

11

Pisang

36543

7081

12

Nenas

16354

20,12

13

Salak

98062

723,00

 

 

F. Bidang Kesejahtraan Masyarakat

Seiring dengan semakin terbukanya lapangan kerja di wilayah Kecamatan Bangli telah membawa angin segar khususnya bagi angkatan kerja atau penduduk produktif yang masih menganggur. Dengan banyaknya  mereka yang telah tertampung pada lapangan kerja sesuai ketrampilan yang dimiliki secara langsung telah mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat. Walaupun demikian masih cukup banyak juga masyarakat di Kecamatan Susut yang masih dibawah garis kemiskinan, hal ini dapat dilihat dari masih cukup banyak terdapat rumah tangga miskin di Kecamatan Susut, hal ini dapat dilihat pada tabel berikut:

 

 

 

Tabel 14 Jumlah Rumah Tangga Miskin Di Kec. Susut Tahun 2015

 

No

D e s a

Jumlah

1

Apuan

276

2

Abuan

352

3

Demulih

184

4

Selat

42

5

Susut

242

6

Sulahan

254

7

Pengiangan

153

8

Tiga

245

9

Penglumbaran

137

 

Jumlah

1885

 

 

Tabel 15. Jumlah Orang Jompo di Kec. SusutTh. 2015

 

Laki

Perempuan

Jumlah

-

-

-

 

 

Tabel 16. Jumlah Lembaga Keuangan di Kec. Susut Tahun 2015

LPD

Koprasi

Bank

38

36

4

 

G. Bidang Sarana-Prasarana Transportasi

Untuk mendukung perkembangan suatu daerah, sangat dibutuhkan sarana-prasarana transportasi yang cukup memadai, sehingga arus barang dan jasa dapat berjalan lacar. Untuk mengetahui keadaan sarana-prasarana transportasi kuhususnya jalan di Kecamatan Susut dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Tabel 18. Panjang Jalan Kabupaten di Kec. Susut Th. 2015

 

 

 

Baik

 

Sedang

 

Rusak

Aspal

159,20

0

0

Kerikil

0

0

0

Geladag

0

0

0

Tanah

54,40

0

0

 

 

H. Strategi atau Kebijakan Camat Susut dalam Pembangunan dan   Pemberdayaan Masyarakat.

 

Beberapa kebijakan yang diambil Camat Susut dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adalah sebagai berikut :

1.      Membuat perencanaan pembangunan yang baik lewat musrenbang, dimana dalam musrenbang tersebut digali rencana-rencana kegiatan atau program yang dimulai dari tingkat desa dan kelurahan serta memilah-milah mana kegiatan/program yang akan dikerjakan oleh desa/kelurahan, kecamatan maupun yang diusulkan ketingkat kabupaten, propinsi dan pusat.

2.      Mengadakan pembinaan ke desa-desa, baik kepada pemerintah desa/kelurahan, desa adat (pakraman), kelompok-kelompok kemasyarakat maupun lembaga kemasyarakatan lainnya yang ada di desa/kelurahan, terkait dengan pelaksanaan program-program baik program yang merupakan tindak lanjut program pemerintah atasan, maupun program-program kebijakan kecamatan seperti :

a.       Pembinaan Desa Pakraman

b.      Pembinaan karang taruna dan seka teruna

c.       Pembinaan kewilayahan

d.      Pembinaan UKS (usaha kesehatan sekolah)

e.       Pembinaan kependudukan dan cacatan sipil

f.       Pembinaan keamanan dan ketertiban

g.      Pembinaan administrasi desa/kelurahan

h.      Pembinaan PKK (pemberdayaan kesejahtraan keluarga)

i.        Pembinaan lomba desa/kelurahan dan lomba-lomba lainnya seperti KG PKK-KB Kes  dan lain-lain.

j.        Pembinaan GSI

Kegiatan pembinaan-pembinaan tersebut, dengan membentuk Tim Pembina tingkat kecamatan ( SK Kegiatan – Kegiatan Pembinaan tersebut terlampir dalam propil ini.

 

 

 

 

3.      Mengkoordinasikan dinas-instansi (SKPD) di tingkat kecamatan dalam rangka mensinergikan kegiatan dari masing-masing instansi tersebut agar dapat berjalan dengan baik dan lancar dalam pelaksanaannya, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

4.      Membuat program rapat rutin bulanan, dalam rangka mengkoordinasikan tugas-tugas serta menyerap masukan-masukan dari bawah (perbekel/Kelian Banjar) serta instansi di tingkat kecamatan terkait kendala dan pencapaian pelaksanaan tugas-tugas baik dalam bidang pembangunan, pemerintahan maupun kemasyarakatan juga dalam rangka memberikan arahan-arahan serta mencari solusi pemecahan masalah .

5.      Dalam bidang kebersihan lingkungan, membuat program minggu bersih. Dimana lewat program ini masyarakat diharapkan melaksanakan gerakan kebersihan melalui gotong-royong di lingkungannya/telajakannya masing-masing pada setiap minggu pagi paling sedikit satu jam

6.      Dalam pemberdayaan generasi muda, lewat organisasi kepemudaan seperti seka teruna, karang taruna, kelompok-kelompok seni dan olah raga, disamping memberikan pembinaan juga memberikan bantuan-bantuan baik berupa alat-alat/ sarana prasarana olah raga dan kesenian maupun bantuan dana.

7.      Selain hal-hal yang telah dijelaskan di atas, kebijakan Camat Susut terkait dengan pemberdayaan masyarakat antara lain :

a.       PNPM (Program Nasional Penanggulangan Kemiskinan)

- Perencanaan : memfasilitasi kegiatan penggalian gagasan sampai musyawarah desa dengan melibatkan RTM (rumah tangga miskin) yang ada.

- Pelaksanaan : memfasilitasi kegiatan-kegiatan baik kegiatan fisik maupun non fisik melalui musyawarah antar desa di tingkat Kecamatan.

- Evaluasi : memenitoring pelaksanaan kegiatan serta melaporkan hasil-hasil kegiatan (hambatan/kekurangan, maupun keberhasilan yang dicapai).

b. Penanggulangan kemiskinan yaitu :

- Memfasilitasi pendataan rumah tangga miskin (RTM)

- Memfasilitasi bantuan-bantuan seperti : bantuan raskin, bedah rumah, sembako, askeskin, orang jompo, cacat dan bantuan-bantuan lainnya.

c. Pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti :

- Pembinaan pasar desa, pembentukan UMKM,

- Pembinaan LPD (lembaga perkreditan desa)

- Pembentukan Gapoktan (Gabungan kelompok tani)

- Pembentukan Kube (kelompok usaha bersama).

d. Pemberdayaan perempuan seperti :

- Pembinaan PKK (pemberdayaan kesejahtraan keluarga)

- Pembinaan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga)

- Pembinaan kesetaraan jender.

- Pembinaan Keserasian peningkatan kwalitas anak dan perempuan

e. Pemberday

  • Dibaca: 284 Pengunjung